2013/01/31

Waktu, Hati dan Cinta


Entah kenapa, tulisan kali ini hanya sebatas keinginan menulis...
Tapi aku nggak tahu, kenapa aku menulis ini.

Selalu hidup di bayangan masa lalu membuatku sering melamun, terbayang dengan apa yang terjadi dimasa lalu. Kenapa aku begini? Apakah dengan ini aku tidak bisa lepas dari masa lalu?
Aku mencoba bertanya kepada sang waktu.
Waktu... berikan aku jawabannya.
Waktu pun menjawab : Aku tidak tahu mesti jawab apa? Coba kamu tanyakan dengan hati...

Kemudian aku pun mulai mengikuti waktu dan bertanya kepada hati. Hati kau bisa merasakannya kan?
Hati pun menjawab: iya, aku merasakannya, jauh di dalam sini.

Pertanyaan selanjutnya aku berikan lagi kepada hati. Hati bagaimana bisa kamu bertahan, meskipun luka yang ada pada dirimu sudah seperti tidak ada tempat lagi untuk dilukai?
Hati pun menjawab: iya, akupun juga tidak tahu kenapa aku bisa bertahan. Coba kamu tanyakan kepada cinta.

Akupun kembali mengikuti kata hati, dan mulai bertanya kepada cinta. Cinta, kenapa hati bisa bertahan dengan semua luka yang harus ia tanggung?
Cinta pun menjawab: Itu semua karenaku... Maafkan aku, ini memang salahku... Karena aku hati jadi begitu. Tapi tahukah? Bahwa Jika hati dapat bertahan karenaku maka tidak ada lagi kebimbangan seperti yang kamu tanyakan kepada kami semua.

Saat sang waktu terus bergulir dan menunjukkan seseorang yang dipilihkan oleh Tuhanmu untukmu, maka bertahan lah dengan apa yang kamu rasakan. Meskipun di hatimu tidak ada tempat lagi untuk dilukai. Maka saat itulah yang dinamakan cinta.

Cinta hanya bisa bertahan, dengan semua kondisi.
Meskipun perasaan di hati sangat sakit, tapi jauh di dalam hati ada cinta yang masih terjaga. Dan meskipun tempat untuk di hatinya sudah tidak ada, biarkan tetap mencintainya. Dan meskipun sang waktu tidak lagi kekal, tapi cinta dapat kekal.
Cinta dapat di bagi, tapi hati tidak.
Biarkan hati yang memilih untuk siapa cinta yang paling dalam yang dapat ia jaga.  Dan waktu akan dapat memberikan petunjuk akhir. Dan berjalanlah beriringan dengan waktu, jangan sampai engkau hanya bisa terus melihat masa lalu. Tapi pandanglah luas cakrawala ini.

Tulisan ini seperti mencoba buat menyemangati diri sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar