Entah kenapa, tulisan kali ini hanya sebatas keinginan
menulis...
Tapi aku nggak tahu, kenapa aku menulis ini.
Selalu hidup di bayangan masa lalu membuatku sering melamun,
terbayang dengan apa yang terjadi dimasa lalu. Kenapa aku begini? Apakah dengan
ini aku tidak bisa lepas dari masa lalu?
Aku mencoba bertanya kepada sang waktu.
Waktu... berikan aku jawabannya.
Waktu pun menjawab : Aku tidak tahu mesti jawab apa? Coba
kamu tanyakan dengan hati...
Kemudian aku pun mulai mengikuti waktu dan bertanya kepada
hati. Hati kau bisa merasakannya kan?
Hati pun menjawab: iya, aku merasakannya, jauh di dalam
sini.
Pertanyaan selanjutnya aku berikan lagi kepada hati. Hati
bagaimana bisa kamu bertahan, meskipun luka yang ada pada dirimu sudah seperti
tidak ada tempat lagi untuk dilukai?
Hati pun menjawab: iya, akupun juga tidak tahu kenapa aku
bisa bertahan. Coba kamu tanyakan kepada cinta.
Akupun kembali mengikuti kata hati, dan mulai bertanya
kepada cinta. Cinta, kenapa hati bisa bertahan dengan semua luka yang harus ia
tanggung?
Cinta pun menjawab: Itu semua karenaku... Maafkan aku, ini
memang salahku... Karena aku hati jadi begitu. Tapi tahukah? Bahwa Jika hati
dapat bertahan karenaku maka tidak ada lagi kebimbangan seperti yang kamu
tanyakan kepada kami semua.
Saat sang waktu terus bergulir dan menunjukkan seseorang
yang dipilihkan oleh Tuhanmu untukmu, maka bertahan lah dengan apa yang kamu
rasakan. Meskipun di hatimu tidak ada tempat lagi untuk dilukai. Maka saat
itulah yang dinamakan cinta.
Cinta hanya bisa bertahan, dengan semua kondisi.
Meskipun perasaan di hati sangat sakit, tapi jauh di dalam
hati ada cinta yang masih terjaga. Dan meskipun tempat untuk di hatinya sudah
tidak ada, biarkan tetap mencintainya. Dan meskipun sang waktu tidak lagi
kekal, tapi cinta dapat kekal.
Cinta dapat di bagi, tapi hati tidak.
Biarkan hati yang memilih untuk siapa cinta yang paling
dalam yang dapat ia jaga. Dan waktu akan
dapat memberikan petunjuk akhir. Dan berjalanlah beriringan dengan waktu,
jangan sampai engkau hanya bisa terus melihat masa lalu. Tapi pandanglah luas
cakrawala ini.
Tulisan ini seperti mencoba buat menyemangati diri sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar