Wah.. sudah lama ya mahasiswa nasakom nggak
muncul lagi,
Emang awalnya udah ane bilang bahwa ane hiatus
untuk 2 bulan, eitt tapi ane kagak bisa juga berhenti buat buat postingan baru.
Ceritanya ane bisa mosting tulisan baru lagi,
itu dikarenakan ada koneksi internet alias warnet. Hahaha, maklum di tempat
posko kukerta ane, ane cuman bermodalkan hape senter dan tidak ada warnet
disana. Dan terutama modal yang paling berharga yaitu celana dalam.
Ane izin untuk beberapa hari meninggalkan
posko kukerta ane, hanya untuk izin kuliah. Maklumlah, mahasiswa nasakom emang
kudu ngejar ketertinggalannya. Karena pada dasarnya, temen-temen ane udah
santai buat nyusun skrepset ( nggak bisa berkata-kata deh buat hal yang satu
ini ) sedangkan ane masih sibuk kuliah. Mikirin mau ngontrak skrepset saja
belum kepikiran. Apalagi mau mikirin apa judulnya, terus penelitiannya,
hubungin dosennya buat minta bimbingan, dan juga belum kepikiran ujiannya.
Entahlah, yang jelas 1 hal yang bisa ane
lakukan sekarang. Memimpin 15 kepala lainnya dalam suatu posko. Hanya untuk
mengejar nilai A untuk Kukerta tahun ini. Yang ane takutin bukan dapat nilainya
rendah, tapi yang ane takutin adalah tidak sebandingnya antara uang yang udah
bos keluarkan dan nilai yang didapat. Untuk itulah ane berusaha...!!
Aku bisaaa ... !!!
(ini bukan iklan M150)
Perkenalkan, ane adalah manusia setengah botak
dengan testis dan usus lurus yang panjangnya nggak lebih dari 5 meter.
Kalo ane cerita kenapa tuh melekat sama ane,
yaitu pas berangkat menuju desa yang merupakan tempat kami mengadakan kukerta
sekarang.
Terutama waktu pulang sekarang dari Bungo (
ini bukan plesetan dari kata Bunga, entar kalian mengasumsikan kalo ini adalah
perempuan dengan sebutan bunga ) menuju kota yang benar-benar berdebu Jambi.
Dari 5 jam perjalanan ane berhenti untuk pipis
sebanyak 5 kali. Artinya frekuensi ane tiap 1 jam ane harus pipis. Dan itu
terasa seperti antara rongga mulut sama testis itu menempuh jarak yang sangat
pendek. Baru sebentar minum, bisa di hitung dalam hitungan detik minuman itu
sudah mencapai pintu gerbang kehidupan. Air tersebut mau bergabung dengan air
yang lain ( di baca : kencing dalam toilet ) atau dengan tanah dan pohon ( di
baca : kencing sembarangan ).
Oke, skip masalah usus dan testis ane.
“ Benda yang kita lihat dari dekat, tidak akan
nampak sama jika dilihat dari jauh “.
Itu salah satu pelajaran yang bisa ane
dapatkan waktu kukerta ini, semua proses ini menumbuhkan bagian dunia lain yang
sebelumnya tidak pernah ane dapatkan.
Bisa dikatakan, oke... Ane bersyukur...
Dan satu lagi, bahwa setiap orang itu memiliki
kemampuan dan kelebihan tersendiri. Beribu-ribu terima kasih ane, ane sampaikan
kepada-Nya.
Dan itu nyata adanya terlihat ataupun tidak di
depan ane. Tapi ane merasakannya, sungguh kalo bukan ini ciptaan Allah, pasti
tidaklah sesempurna ini.
Dan apa yang ane kejar dan ane pilih, beberapa
kali ane sempat bertanya. Kenapa kita harus memilih? Bukannya lebih tepat jika
kita dipilih?
Dan apa yang ane kejar, apakah sudah pantas
untuk ane dipilihnya?
Terlintas dari itu semua...
Dan menggambarkan segalanya dalam sebuah
kertas putih, tanpa ada goresan. Goresan itu kita yang akan menuangkannya.
Apakah menggunakan pensil? Pena? Atau kuas dengan tinta lukis yang menghiasi
wajah kehidupan.
Bagiku....
Itu yang di sebut kehidupan.
Dan mengejar kebahagiaan...
Sekian dulu untuk kali ini...
Dan apa yang kalian baca, meskipun itu tidak
bisa kalian terjemahkan satu persatu kata yang tertulis. Tapi kalian bisa
rasakan bukan?
Salam MAHASISWA
NASAKOM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar