2013/03/17

Need a Tittle


Wah.. sudah lama ya mahasiswa nasakom nggak muncul lagi,
Emang awalnya udah ane bilang bahwa ane hiatus untuk 2 bulan, eitt tapi ane kagak bisa juga berhenti buat buat postingan baru.

Ceritanya ane bisa mosting tulisan baru lagi, itu dikarenakan ada koneksi internet alias warnet. Hahaha, maklum di tempat posko kukerta ane, ane cuman bermodalkan hape senter dan tidak ada warnet disana. Dan terutama modal yang paling berharga yaitu celana dalam.


Ane izin untuk beberapa hari meninggalkan posko kukerta ane, hanya untuk izin kuliah. Maklumlah, mahasiswa nasakom emang kudu ngejar ketertinggalannya. Karena pada dasarnya, temen-temen ane udah santai buat nyusun skrepset ( nggak bisa berkata-kata deh buat hal yang satu ini ) sedangkan ane masih sibuk kuliah. Mikirin mau ngontrak skrepset saja belum kepikiran. Apalagi mau mikirin apa judulnya, terus penelitiannya, hubungin dosennya buat minta bimbingan, dan juga belum kepikiran ujiannya.


Entahlah, yang jelas 1 hal yang bisa ane lakukan sekarang. Memimpin 15 kepala lainnya dalam suatu posko. Hanya untuk mengejar nilai A untuk Kukerta tahun ini. Yang ane takutin bukan dapat nilainya rendah, tapi yang ane takutin adalah tidak sebandingnya antara uang yang udah bos keluarkan dan nilai yang didapat. Untuk itulah ane berusaha...!!
Aku bisaaa ... !!!
(ini bukan iklan M150)

Perkenalkan, ane adalah manusia setengah botak dengan testis dan usus lurus yang panjangnya nggak lebih dari 5 meter.
Kalo ane cerita kenapa tuh melekat sama ane, yaitu pas berangkat menuju desa yang merupakan tempat kami mengadakan kukerta sekarang.
Terutama waktu pulang sekarang dari Bungo ( ini bukan plesetan dari kata Bunga, entar kalian mengasumsikan kalo ini adalah perempuan dengan sebutan bunga ) menuju kota yang benar-benar berdebu Jambi.

Dari 5 jam perjalanan ane berhenti untuk pipis sebanyak 5 kali. Artinya frekuensi ane tiap 1 jam ane harus pipis. Dan itu terasa seperti antara rongga mulut sama testis itu menempuh jarak yang sangat pendek. Baru sebentar minum, bisa di hitung dalam hitungan detik minuman itu sudah mencapai pintu gerbang kehidupan. Air tersebut mau bergabung dengan air yang lain ( di baca : kencing dalam toilet ) atau dengan tanah dan pohon ( di baca : kencing sembarangan ).

Oke, skip masalah usus dan testis ane.


“ Benda yang kita lihat dari dekat, tidak akan nampak sama jika dilihat dari jauh “.

Itu salah satu pelajaran yang bisa ane dapatkan waktu kukerta ini, semua proses ini menumbuhkan bagian dunia lain yang sebelumnya tidak pernah ane dapatkan.
Bisa dikatakan, oke... Ane bersyukur...

Dan satu lagi, bahwa setiap orang itu memiliki kemampuan dan kelebihan tersendiri. Beribu-ribu terima kasih ane, ane sampaikan kepada-Nya.
Dan itu nyata adanya terlihat ataupun tidak di depan ane. Tapi ane merasakannya, sungguh kalo bukan ini ciptaan Allah, pasti tidaklah sesempurna ini.

Dan apa yang ane kejar dan ane pilih, beberapa kali ane sempat bertanya. Kenapa kita harus memilih? Bukannya lebih tepat jika kita dipilih?

Dan apa yang ane kejar, apakah sudah pantas untuk ane dipilihnya?

Terlintas dari itu semua...

Dan menggambarkan segalanya dalam sebuah kertas putih, tanpa ada goresan. Goresan itu kita yang akan menuangkannya. Apakah menggunakan pensil? Pena? Atau kuas dengan tinta lukis yang menghiasi wajah kehidupan.
Bagiku....
Itu yang di sebut kehidupan.
Dan mengejar kebahagiaan...


Sekian dulu untuk kali ini...
Dan apa yang kalian baca, meskipun itu tidak bisa kalian terjemahkan satu persatu kata yang tertulis. Tapi kalian bisa rasakan bukan?

Salam MAHASISWA NASAKOM



Tidak ada komentar:

Posting Komentar